Archive for August, 2008
Critical Reflections on a Discipline: A Canadian Perspective
August 21, 2008Teori Perdamaian Demokratik: Sebuah Tinjauan Kritik
August 1, 2008Oleh Asrudin
‘even though liberal states have become involved in numerous wars with nonliberal states, constitutionally secure liberal states have yet to engage in war with one another’
Michael Doyle (1983)
If only it were so…
George W. Bush pernah mengatakan bahwa Yesus adalah filsuf politik favoritnya, akan tetapi gagasannya tentang kebijakan luar lebih condong pada filsuf kenamaan asal Konisberg (Jerman) Immanuel Kant.
Dalam pidato pelantikan keduanya sebagai presiden, Bush menawarkan suatu formulasi kebijakan luar negeri yang jelas dan tepat mengenai “Perluasan Demokrasi di Luar Negeri Sebagai Kunci bagi Keamanan Domestik Amerika Serikat”. Menurutnya, upaya penyelenggaraan hubungan internasional bersama negara-negara bebas dalam mendorong terciptanya demokrasi adalah suatu pendahuluan untuk mengalahkan musuh kita dan untuk menciptakan perdamaian bersama negara-negara bebas.
Strategi kebijakan luar negeri presiden G.W. Bush ini sesungguhnya didasari oleh teori yang cukup terkenal dalam studi Hubungan Internasional: “Teori Perdamaian Demokratik”, teori yang mengakar kuat dalam essainya Immanuel Kant, Perpetual Peace: A Philosophical Sketch (Lihat http://www.mtholyoke.edu/acad/intrel/kant/ kant1.htm). Dalam essainya, Kant sangat mendukung dibangunnya sistem republikan (demokrasi) dalam kehidupan politik bernegara. Karena baginya, konstitusi republik, disamping karena kemurnian asal usulnya (juga muncul dari kemurnian tentang konsep hukum), (juga memberikan prospek yang menguntungkan terhadap konsekuensi yang diinginkan), yaitu perdamaian abadi (perpetual peace). Alasannya adalah :
“if the consent of the citizens is required in order to decide that war should be declared (and in this constitution it cannot but the case), nothing is more natural than they would be very cautious in commencing such a poor game, decreeing for themselves all the calamities of war”.
Alasan teoretik ini menarik untuk diuji lebih lanjut: benarkah negara demokrasi tidak akan memerangi negara demokrasi lainnya, atau benarkah Amerika Serikat sebagai kampiun demokrasi tidak pernah memerangi negara demokrasi lainnya. (more…)
